KPK Mengatongi 13 Nama Calon Deputi Penindakan dan Direktur Penyidikan

Sabtu, Maret 3rd 2018. | Headline, Politik & Hukum

Jakarta,Suronews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menerima nama-nama calon Deputi Penindakan untuk menggantikan Irjen Pol Heru Winarko yang dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Bukan hanya untuk posisi Deputi Penindakan, KPK juga telah menerima nama-nama calon Direktur Penyidikan yang bakal ditinggalkan Brigjen Pol Aris Budiman.

Sampai saat ini, KPK sudah menerima 13 nama calon dari kepolisian dan kejaksaan untuk mengikuti seleksi dua posisi strategis di bidang penindakan. Dari kepolisian, terdapat tiga nama untuk mengikuti seleksi Direktur Penindakan dan tiga orang lainnya untuk mengikuti seleksi Direktur direktur KPK.‎

Lebih lanjut Febri Diansyah Juru Bicara KPK menjelaskan,”Enam orang dari kepolisian untuk calon direktur penyidikan dan calon deputi bidang penindakan, jadi masing-masing tiga orang,” katanya saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (2/3).

Sementara Kejaksaan mengirimkan tujuh nama untuk mengikuti seleksi Deputi Bidang penindakan‎. Meski demikian, Febri tak menjelaskan secara rinci mengenai 13 nama tersebut

Febri juga mengatakan,”Dari Kejaksaan untuk calon deputi bidang penindakan itu ada tujuh calon yang disampaikan pada KPK,” ujarnya

Selain dari dua unsur penegak hukum ini, KPK juga membuka kesempatan bagi para pegawai di internal KPK untuk mengikuti seleksi terbuka dua posisi tersebut KPK sudah membuka pendaftaran bagi para pegawai yang memenuhi persyaratan.

Febri menjelaskan,”Internal KPK juga sedang melakukan proses seleksi di tahap pendaftaran saat ini untuk dua posisi tersebut,” lanjutnya

Febri memastikan para calon baik dari kejaksaan dan kepolisian maupun dari internal KPK akan mendapat perlakuan yang sama. Termasuk persyaratan, dan tahapan-tahapan yang harus dilalui.Proses seleksi juga akan melibatkan pihak eksternal KPK.

“Proses seleksi tersebut dilakukan secara objektif dan terbuka. Sejumlah tahapan seleksi dilakukan oleh pihak eksternal. Pemilihan konsultan yang melakukan seleksi pun dilakukan berdasarkan proses lelang,”ujarnya

Di antara tahapan seleksi yang harus dilalui dalam rekrutmen pegawai dan pejabat di KPK adalah tes potensi, tes bahasa, assessment kompetensi, tes kesehatan, dan wawancara dengan Pimpinan KPK. Pengecekan latar belakang juga menjadi tahapan seleksi ini.

Febri mengatakan,”Selain itu ada proses background check juga yang dilakukan untuk memastikan calon pejabat tersebut memang memiliki latar belakang yang tepat. Hal ini sekaligus melihat faktor-faktor yang memiliki risiko integritas ke depan saat bertugas,” sahutnya

Dikatakan Febri, proses seleksi yang ketat itu dimaksudkan agar Deputi Penindakan dan Direktur Penyidikan maupun pejabat KPK yang terpilih nantinya memiliki kemampuan baik disertai integritas yang tinggi. Proses ini, sudah lama diterapkan KPK untuk mencari orang-orang terbaik, baik aspek kompetensi maupun integritas.

“Karena ada adagium, bahwa bekerja di lembaga antikorupsi haruslah whiter than white. ‎Kami memang mencari orang-orang yang terbaik dari aspek kompetensi dan juga aspek integirtas tentu saja karena dua posisi ini cukup sentral dalam pelaksanaan tugas di KPK, khususnya di bidang-bidang penindakan sehingga diharapkan nanti ketika prosesnya dilakukan secara terbuka dan akuntabel maka memang benar-benar dihasilkan orang-orang yang terbaik dari seluruh yang mendaftar tersebut,”tuturnya

Febri memastikan kerja-kerja KPK tak terganggu dengan lowongnya posisi Deputi Penindakan dan Direktur Penyidikan. Sambil menunggu proses seleksi untuk memilih Deputi Penindakan dan Direktur Penyidikan definitif, KPK bakal menunjuk orang yang sementara mengisi kedua posisi ini.

“S‎ampai dengan hari ini deputi penindakan masih bertugas dan dirdik juga masih bertugas, proses transisi nanti tentu akan kami koordinasikan lebih lanjut,” ujarnya.( ali )

Related For KPK Mengatongi 13 Nama Calon Deputi Penindakan dan Direktur Penyidikan