Calon Petahana Unggul, Masih Di Tahan KPK

Kamis, Juni 28th 2018. | Headline, Politik & Hukum

Jakarta, Suronews Calon petahana Syahri Mulyo sementara unggul atas pesaingnya, Margiono-Eko Prisdianto (Mardiko) dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung 2018 Meski Masih ditahan oleh KPK. Pasangan Syahri Mulyo–Maryoto Bhirowo diusung PDIP dan NasDem ini meraih 61,1 persen suara hasil riill count dilakukan KPU Tulungagung maupun Desk Pilkada Pemkab Tulungagung.

Sementara itu, Suprihno Ketua KPU Tulungagung mengatakan,”Masih (hasil perhitungan) sementara. Tapi itu riil,” jelasnya saat dikonfirmasi di sela pemantauan hasil rekapitulasi tingkat TPS-TPS di Tulungagung, Rabu 27 Juni 2018.

Keunggulan Syahri Mulyo ini berdasar data yang terpublis di aplikasi android KPU Tulungagung, sekitar pukul 16.45 WIB. Sementara kubu lawan politiknya yang membawa tagline ‘Membawa Tulungagung yang Lebih Baik’ mendapat dukungan 39,9 persen.

Namun, total data masuk dalam riil count yang dipaparkan KPU via aplikasi android itu baru mencapai 12,93 persen.

Suprihno mengungkapkan,”Data riil count ini di-‘update’ langsung oleh masing-masing KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) melalui aplikasi android, sehingga perkembangan dari jam ke jam bisa diakses langsung oleh publik,” tuturnya

Hampir sama dengan real count KPU, Desk Pilkada Pemkab Tulungagung juga merekap kemenangan pasangan calon petahana Sahto atas Mardiko dengan 61,73 persen banding 38.27 persen.

Syahri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka bersama Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Sutrisno (SUT), dan dua pihak swasta, Agung Prayitno (AP) dan Susilo Prabowo (SP).

Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembangunan peningkatan jalan pada Dinas PUPR kabupaten Tulungagung. Diduga pemberian dari Susilo kepada Bupati Tulungagung sebesar Rp 1 miliar.

Uang Rp 1 miliar itu merupakan pemberian ketiga. Sebelumnya Bupati Tulungagung sudah menerima Rp 500 juta, dan Rp 1 miliar. Total peneriman uang kepada Bupati Tulungangung Rp 2,5 miliar.(*)

Related For Calon Petahana Unggul, Masih Di Tahan KPK