Operasi pasar murah ini dilakukan guna menstabilkan harga sembilan bahan pokok (sembako) selama bulan Ramadan yang cenderung naik karena meningkatnya permintaan pasar.

Operasi pasar ini mendapatkan antusia masyarakat. Sejumlah komoditas utama kebutuhan sehar-hari yang ditawarkan habis diserbu warga seperti minyak goreng, tepung dan gula pasir.

Kasi Pengembangan Usaha Perdagangan Disperindag Kabupaten Lebak, Agus Reza mengatakan pihaknya mengadakan Operasi Pasar Murah Ramadan ini di beberapa titik, diantaranya di Kecamatan Cibadak.

Agus menjelaskan,“Untuk gebyar pasar murah akan dilaksanaka pada 21 Mei 2019 di alun-alun Rangkasbitung. Komoditi yang dijual itu yakni daging, bawang merah, bawang putih dan yang lainnya kita akan jual disana,” ucapnya

Agus menjelaskan pihaknya juga akan bekerjasama dengan para pelaku usaha termasuk ritel-ritel dan waralaba.

“Kalau untuk di kecamatan-kecamatan kita hanya menjual empat komoditas saja yaitu minyak, gula pasir, tepung terigu dan beras. Sedangkan untuk telur di setiap Kecamatan tidak akan menjual karena risikonya besar karena mudah pecah,” ujarnya

Untuk mengenai batasan atau kuota di setiap kecamatan, kata dia, pihaknya membagi rata seribu kuota di setiap kecamatan.

“Kalau masalah harga jelas kita dibawah harga pasar seperti minyak goreng kita hargai Rp9.000, sedangkan HET seharga Rp12.500, terus untuk harga gula pasir dijual seharga Rp10.000, tepung terigu dijual seharga Rp5.000, dan harga beras kita jual Rp30.000 per bungkus yang isinya 5 kg,” paparnya.

Marni (40) warga Desa Asem mengaku, sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang diadakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak ini.

Terlebih harga bahan pangan yang dijual lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran.

“Lebih murah pak, lumayan bisa menghemat uang belanja jadinya. Saya sangat berharap kegiatan seperti ini kembali digelar dan produk yang dijualnya lebih lengkap lagi,” tuturnya.(ema)