PSI : Bawaslu Berlaku Adil

Kamis, Mei 17th 2018. | Headline, Politik & Hukum

 

Jakarta, Suronews – Raja Juli Antoni Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia  (PSI)  meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berlaku adil dalam menindak partai pelanggar aturan pemilu. Antoni merasa dizalimi karena Bawaslu hanya melaporkan PSI ke Bareskrim Polri.

Antoni mengatakan,”Banyak Partai politik yang melakukan dugaan pelanggaran pemilu. Laporan pelanggaran kampanye di berbagai media yang dilakukan beberapa partai politik itu bahkan telah diterima Bawaslu.

Kami merasa dizalimi. Kenapa tidak ada tindak lanjut dari pelaporan itu (partai lain)? Sebagai partai baru, kami merasa dikerjai. Apakah karena kami partai baru? Apakah karena tak ada backing besar di belakang PSI, sehingga kami dilakukan seperti itu?” kata Antoni di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Jalan KH. Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Mei 2018.

Antoni menambahkan,”Agar Bawaslu berlaku adil. Ia meminta Bawaslu tidak diskriminatif dalam menindak partai politik. “Kalau PSI diproses, bagaimana dengan partai-partai lain” ujarnya

Mantan Direktur Eksekutif Maarif Institute merasa dizalimi Bawaslu. Dugaan ini muncul seiring pernyataan Bawaslu yang meminta dirinya dan Wakil Sekjen PSI Chandra Wiguna segera ditetapkan sebagai tersangka.

Lebih lanjut Antoni menjelaskan, “Kami semakin yakin dengan penzaliman terhadap PSI, karena di press release Bawaslu Temuan Nomor 02/TM/PL/Rl/O0.00/lV/2018 pada hari ini, di alinea terakhirnya mengatakan “Kepolisian segera menetapkan Tersangka,” tegasnya

Antoni menilai Bawaslu melanggar asas praduga tak bersalah. Ia menduga PSI telah menjadi target dari pihak tertentu.

Antoni menyampaikan,”Bawaslu pun sudah melakukan abuse of power, karena memerintahkan polisi untuk mentersangkakan pimpinan PSI,” ujarnya

Sekjen PSI menilai laporan dugaan kampanye di luar jadwal itu janggal. Apalagi, pelapor dalam laporan itu adalah salah satu anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin.

Bahkan,Antoni menjelaskan,”Iklan di Jawa Pos bukan pelaporan dari masyarakat melainkan anggota Bawaslu Afif. Pak Afif ada di Jakarta, koran Jawa Pos terbit di Jawa Timur. Prosesnya juga sangat cepat. Pada 23 April 2018 materi itu muncul di koran, beberapa hari kemudian Pak Afif melaporkan kami,” ungkapnya. (lela)

Related For PSI : Bawaslu Berlaku Adil